Batas Dunia

Ada batas antara laut dan darat Ada batas antara bumi dan langit Di perbatasan semua akan bertemu....

Monday, April 24, 2006

Cubicle

Jakarta, makin malam makin semarak. Beda dengan masa kecil di pinggiran Semarang dulu. Malam itu aku menyempatkan diri ke salah satu gedung perkantoran di daerah Semanggi. Sebagai orang yang tidak punya mobil, alat transportasi baru di Jakarta, TransJakarta cukup mempermudahku mencapai kawasan Semanggi.

Gedung perkantoran yang cukup tinggi berdiri megah di hadapanku. Cukup bagus walau agak gelap, maklum selepas krismon, para pengelola gedung berlomba-lomba untuk menghemat listrik, diantaranya dengan mematikan sebagian lampu yang tidak terpakai di malam hari. " Heh bengong aja, yok jalan! " suara yang sudah kukenal berseru. Sosok pria kurus berkacamata sudah berada di sampingku. Jeffri ( 27 , bukan nama sebenarnya ), bekerja di gedung tersebut sebagai akuntan. Hari ini kami berencana berjalan-jalan bersama beberapa teman lama. " wah eksekutif muda udah nggak sabar nih " candaku. " Iya , katanya si Jono , Tinus dan Robi udah pada nyampe tuh " ujar Jeffri sambil terburu-buru melangkah ke tempat parkir.

Ah dasar orang kantoran, tidak bisa santai sedikit. Terburu-buru terus bawaannya. Aku segera bergegas mengikuti langkahnya , menuju mobil yang ia parkir. Bunyi tuit-tuit dari alarm mobil terdengar jelas dari salah satu Kijang yang diparkir. "duh ada yang lupa " Jeffri berseru sambil menepuk keningnya. " Apaan sih?" tanyaku. " Flashdisk, lupa dicabut , mana ada kerjaan disana " jawabnya, " 'ta ambil dulu deh " lanjutnya lagi, " kamu ikut aja, daripada bengong "

Benar juga sih, daripada bengong di tempat parkir , lebih baik ikut dia. Sekalian lihat-lihat. Kami berdua segera memasuki gedung. Jeffri hanya tersenyum sedikit kepada satpam di lobby, sambil berkata "ada yang ketinggalan ". Ting! lift di dekat kami berbunyi, kebetulan sekali, lagi buru-buru, liftnya cepat datang juga. Di dalam lift Jeffri menekan angka 3. Tempat kerjanya tidak terlalu tinggi rupanya.

Ting! kami sudah di lantai 3. "Luas juga nih" kataku melihat seisi lantai 3 yang diisi dengan partisi-partisi membentuk kotak-kotak kecil. Di dalam masing-masing terdapat berbagai barang, kertas-kertas, komputer, dan sebagainya. " Iya nih, tapi bosen di kotak terus pengen dapet ruangan hahahaha" kata Jeffri. Ia berjalan dengan cepat ke cubiclenya, mengeluarkan kunci dan membuka salah satu partisi.

Aku masih melihat-lihat sekelilingku, tiba-tiba bau tidak sedap tercium di hidungku. Kantor besar begini, jorok juga ya. Bau yang tercium seperti bau bangkai. " Jeff , kantormu bau banget nih " kataku. Jeffri tidak menanggapi, ia sedang sibuk mencari Flashdisknya. Arah bau tidak sedap rupanya berasal dari salah satu cubicle. "Jeff, ada tikus mati kali nih! " seruku. Jeffri yang sudah berada di sampingku lagi mencoba mengendus-endus. " Ada-ada saja, nggak kecium apa-apa tuh!" jawabnya. " Dari sini nih " aku menunjuk cubicle tempat bau itu berasal, baunya semakin menyengat saja. " Ini sih tempat si Anton ( bukan nama sebenarnya ) , orangnya lagi tugas di luar kota, sudah tugas dari minggu lalu , ya sudah besok 'ta bilang sama cleaning service " jelasnya. Dari ekspresi wajahnya, Jeffri sepertinya masih meragukan keberadaan bau yang tercium olehku. Ketika bertemu lagi dengan satpam di lantai bawah pun, ia tidak menceritakan perihal bau itu.

Tanpa buang-buang waktu kami segera meluncur ke salah satu restoran di kawasan Kota. Bertemu dengan teman-teman lama, kami berbagi banyak cerita, sejak dari Semarang sampai di Jakarta, Jono sudah menjadi wartawan di salah satu media ibukota, Tinus bekerja di perusahaan swasta di bidang periklanan, Robi berwirausaha, ntah apa usahanya, katanya berhubungan dengan internet. Malam yang menyenangkan, waktu berjalan dengan cepat.

Pagi hari aku terbangun dengan berita mengejutkan dari pesan singkat di HP
"Anton meninggal semalam, kecelakaan mobil , dalam perjalanan ke Jakarta "

Membalas dengan ucapan turut berdukacita, aku agak merinding mengingat pengalaman dekat cubicle semalam.

1 Comments:

Blogger Bunda RaRa said...

waah bener2...cerita beneran apa boongan nih?

sereeemmmmm

2:38 AM  

Post a Comment

<< Home